Berani Usaha Startup
Pepatah mengatakan “lebih baik menjadi kepala semut daripada menjadi ekor gajah.”
Kata-kata tersebut mungkin menjadi salah satu motivasi dari pengusaha muda di seluruh
Indonesia untuk membangun bisnis startup. Di kawasan Jakarta Selatan, satu dari
sekian banyak perusahaan startup berdiri.
Tepatnya di kecamatan Jagakarsa, Production House (PH) bernama Sonia Digita
telah terbentuk selama kurang lebih satu setengah tahun. Perusahaan yang
digawangi oleh tiga orang founder jebolan Broadcasting Universitas Indonesia
ini bergerak di bidang produksi dan post produksi video dari mulai dokumentasi
hingga Television Commercial (TVC).
Salah satu penggagas Sonia Digita adalah Aby Hasbi Rizki. Pria dua puluh lima
tahun ini selain seorang founder, ia
juga turun tangan langsung sebagai director
dalam setiap produksi Sonia Digita.
Aby bekerja sama dengan Siti Rahayu sebagai produser dan Katon Prawoto sebagai
editor membangun usaha startup bersama - sama.
Sumber: facebook.com/soniadigita
Dikutip dari
techinasia.com, startup adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut
startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang
belum lama beroperasi. Perusahaan - perusahaan ini sebagian besar merupakan
perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian
untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah “startup” menjadi populer secara
internasional pada masa gelembung dot-com, di mana dalam periode tersebut
banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.
Dari definisi
diatas dapat kita simpulkan bahwa bisnis startup adalah suatu bisnis yang baru
berkembang. Namun, bisnis startup ini lebih identik bisnis yang berbau
teknologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut. Bisnis
startup berkembang akhir tahun 90an hingga tahun 2000.
Bagi Aby, pengalaman adalah bekal utama untuk terjun langsung menjadi seorang
wiraswasta dan berbisnis startup. “Saya dulu bekerja di PH Younameit Production
selama kurang lebih dua tahun. Mulai dari posisi bawah sebagai Production
Assisten (PA) belajar mengenal environment PH dari internal dan eksternal.
Lambat laun saya dipercaya menjadi line produser dan membuat budgeting. Disana
saya mulai bertemu dengan client seperti Telkomsel, Fresh Growth, Pertamina dan
saya mengamati bagaimana sih caranya meyakinkan serta membuat mereka nyaman
bekerja sama dengan kita,” jelas pria yang melanjutkan pendidikannya di jurusan
Marketing Komunikasi Universitas Mercubuana ini.
Sumber: Dokumentasi Narasumber
Beberapa pengusaha muda yang memulai bisnis stratup tentu tak akan terelakkan
dari kegagalan, kerugian atau bahkan kesulitan mendapatkan client karena belum
memiliki nama yang besar. Namun hal ini tidak menjadi penghalang bagi Aby untuk
terus bertahan. Menurutnya, persaingan harga adalah hal utama yang terus
menjadi pertimbangan besar besar bagi calon client
untuk menggunakan jasanya. “Ada PH yang berani ngasih harga wedding clip cuma dua sampai tiga juta,
tapi disisi lain ada PH yang minimal bikin wedding
clip 60 juta. Itu ada gap yang
sangat jelas disana. Kita kadang juga harus mengurangi harga untuk mendapatkan client tapi jangan sampe ga untung
apalagi sampe nombok. Karena harga juga menentukan identitas PH."
Jika sebuah koneksi telah terbangun dan hasil yang
dihasilkan baik, meskipun perusahaan startup maka client yang loyal akan terus berdatangan. Terbukti Sonia Digita
kini telah menjadi vendor tetap Alfamart dan menangani perusahaan besar seperti
Telkomsel, Stella dan Redd+. Dari
Alfamart, Sonia Digita dapat memproduksi 10 video dalam setahun belakangan dan
menjadi suntikan dana bagi perusahaan. “Alhamdulillah dari satu setengah tahun
belakangan, Sonia digita sudah mendapatkan revenue sekitar 500 juta,” terang
Aby. Ia menjelaskan bahwa usahanya dan teman-teman meskipun menjalani jatuh
bangun, namun dengan niat yang kuat pasti akan menemui titik terang.
Sumber: Dokumentasi Narasumber
Pria
yang telah berkecimpung di dunia audio visual semenjak tahun 2009 ini
mengungkapkan bahwa keyakinan diri, koneksi dan komunikasi menjadi kunci dari
kesuksesannya membangun Sonia Digita. Bagi sebuah startup, komunikasi dengan client dan membuat hubungan yang akrab
menjadi sangat penting untuk membuat client
loyal terhadap perusahannya. “Kalo misalnya client
datengnya jarang – jarang dan ga mau balik ke kita untuk servis yang sama,
berarti ada yang salah sama cara jualan kita, cara dagang kita atau karya kita.
Buat saya adalah hal yang membanggakan ketika kita bisa membangun jaringan yang
baik dan merawat client sehingga dia loyal sama kita.” Aby lebih suka menyebut
hasil dari videonya sebagai karya dibandingkan dengan menyebutnya sebagai hasil
output karena menurutnya, semua hasil pekerjaannya adalah karya seni yang harus
bisa dinikmati oleh orang lain.
Masih
di kawasan Jakarta Selatan sebuah perusahaan Digital Agency startup lainnya
beridiri. “Meskipun masih kecil, tapi seenggaknya saya jadi bos disini, saya
bisa mengambil keputusan dan tidak terikat oleh peraturan perusahaan,” ucap
Faratodi Salahuddin atau yang akrab disapa Odi. Pria yang kini aktif di
kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini mengungkapkan
alasannya memilih menjadi wiraswasta dan memulai bisnis stratup.
Sumber: www.suka.studio.com
Sementara itu,
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi wadah para pengusaha yang
didirikan pada tanggal 10 Juni 1972. Pendirian organisasi ini dilandasi
semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu
tidak banyak kaum muda yang bercita – cita menjadi pengusaha. Namun kini,
keadaan tak lagi sama. Kalangan muda Indonesia memiliki jiwa kompetitif yang
tinggi untuk berbondong-bondong mendirikan usaha dalam berbagai macam bidang
khususnya yang bersinggungan dengan teknologi atau yang kini akrab disebut
usaha Startup.
Di kawasan Cirangjang, Senopati, Jakarta Selatan kantor digital creative milik
Odi berdiri. Meskipun suasana siang itu sangat terik, namun kantor yang dicat
dominan biru itu memiliki suasana asri dengan banyak pepohonan rimbun, kolam
ikan serta kolam renang. Pria yang aktif di keanggotaan HIPMI sejak tahun 2015
ini mengaku bahwa keanggotaannya di HIPMI menjadi jembatan yang sangat baik
bagi bisnis StartUp yang ia jalani. “Dulu saya kuliah di luar negeri, pas sampe
kesini gak punya temen jadi saya memutuskan untuk ikut organisai, ya HIPMI ini.” Digital agency milik Odi mempunyai servis di bidang branding, visual design, website dan aplikasi development ini baru terbentuk selama lima bulan.
Sumber: www.sukastudio.com
Perkembangan
startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat dan menggembirakan. Setiap
tahun bahkan setiap bulan banyak founder -
founder (pemilik) startup baru bermunculan. Menurut dailysocial.net, sekarang
ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 startup lokal yang ada di Indonesia.
Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun
tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah startup.
Odi menganggap bahwa bisnis startup adalah lahan yang sangat perlu digarap oleh anak muda. Ia berpendapat bahwa jika lahan pekerjaan semakin sedikit, maka ciptakanlah lapangan pekerjaan itu sendiri. “Idealnya di Indonesia terdapat 10% lahan untuk pengusaha baru bisa dibilang negara maju, namun saat ini hanya 2% saja yang terisi,” jelasnya dengan raut wajah meyakinkan. Odi berkata bahwa membuat bisnis adalah hal yang menantang dan tempat untuk berkembang lebih jauh lagi. Sekarang, pria yang sedang fokus usaha rempah-rempah dan creative media ini merasakan bahwa dengan berorganisasi dapat menjadi fasilitator yang tepat untuk mengembangkan usaha.
Odi menganggap bahwa bisnis startup adalah lahan yang sangat perlu digarap oleh anak muda. Ia berpendapat bahwa jika lahan pekerjaan semakin sedikit, maka ciptakanlah lapangan pekerjaan itu sendiri. “Idealnya di Indonesia terdapat 10% lahan untuk pengusaha baru bisa dibilang negara maju, namun saat ini hanya 2% saja yang terisi,” jelasnya dengan raut wajah meyakinkan. Odi berkata bahwa membuat bisnis adalah hal yang menantang dan tempat untuk berkembang lebih jauh lagi. Sekarang, pria yang sedang fokus usaha rempah-rempah dan creative media ini merasakan bahwa dengan berorganisasi dapat menjadi fasilitator yang tepat untuk mengembangkan usaha.
Di
Indonesia sekarang ini telah banyak berdiri komunitas founder - founder startup. Seperti Bandung Digital Valley
(bandungdigitalvalley.com), Jogja Digital Valley (jogjadigitalvalley.com),
Ikitas (www.ikitas.com) Inkubator Bisnis di Semarang, Stasion (stasion.org)
wadah bagi startup lokal kota Malang, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dengan adanya komunitas ini tentunya akan memudahkan para founder untuk saling sharing,
membimbing bahkan untuk menjaring investor. Para founder dapat pula mengikuti kompetisi yang diadakan oleh beberapa
perusahaan seperti Telkom untuk menjadi investor mereka.
Hal
yang paling utama untuk mendirikan startup adalah tim yang solid, karena dengan
adanya tim yang solid bisa memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif.
Dengan ide dan eksekusi yang tepat, tentunya para founder tidak akan kesulitan menarik minat masyarakat maupun
mencari investor.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar